Tidaksemua tempat di bumi memiliki sumber daya alam atau SDA yang sama, tergantung dari lokasi, geografis, iklim, dan suhu udara. Jadi, sumber daya alam dataran tinggi pantai akan berbeda dengan di pegunungan. Nah, berikut ini jenis dan manfaat sumber daya alam dataran tinggi yang perlu diketahui. BACA JUGA: 12 Sungai Terpanjang di Indonesia
Jakarta, 10 September 2021 - Dewan Direktur Eksekutif Bank Dunia hari ini menyetujui pinjaman senilai US$ 380 juta untuk pengembangan PLTA pumped storage yang pertama di Indonesia. Pembangunan PLTA ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas pembangkit listrik pada saat beban puncak, seraya mendukung transisi energi dan pencapaian tujuan penurunan emisi karbon negara ini. “Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca melalui, di antaranya, pengembangan energi terbarukan, upaya konservasi energi, serta penggunaan teknologi energi bersih. Di samping itu, emisi yang terkurangi dari sektor energi didorong oleh berbagai aksi seperti misalnya pengadaan tenaga listrik oleh pembangkit energi baru dan terbarukan serta penerapan efisiensi energi,” ucap Arifin Tasrif, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik dari 80 persen tenaga listrik yang dihasilkan untuk jaringan listrik Jawa-Bali, yang menyediakan listrik bagi 70 persen penduduk Indonesia, berasal dari bahan bakar fosil. Upaya penting untuk mendukung agenda dekarbonisasi Indonesia adalah pembangunan fasilitas penyimpanan energi yang memungkinkan integrasi sumber energi terbarukan ke dalam jaringan tenaga listrik. PLTA pumped storage memainkan peranan yang sangat penting pada pendekatan ini akan mendukung pembangunan PLTA pumped storage di hulu sungai Cisokan yang berlokasi di antara Jakarta dan Bandung dengan kapasitas MegaWatt MW. Fasilitas tersebut kelak memungkinkan penambahan kapasitas pembangkitan listrik yang signifikan untuk memenuhi kebutuhan pada saat beban puncak, memberikan kapasitas penyimpanan yang besar untuk memungkinkan diterimanya energi terbarukan dalam jumlah yang lebih besar lagi, serta, karena lokasinya yang dekat dengan dua pusat permintaan tenaga listrik yang besar, maka akan meringankan beban jaringan transmisi. Sebagai hasilnya, penyediaan listrik yang lebih ramah lingkungan dan dapat diandalkan akan menguntungkan bagi konsumen di Jawa dan Bali.“Kami menyambut baik proyek ini karena akan menjadi yang pertama bagi Indonesia. Proyek ini mencerminkan suatu titik balik dalam perjalanan menuju dekarbonisasi di Indonesia. Bank Dunia akan terus mendukung negara ini dalam berbagai upayanya untuk mencapai suatu pembangunan yang berketahanan, berkelanjutan, serta inklusif sehingga memberikan manfaat bagi bangsa Indonesia pada saat ini maupun di masa yang akan datang,” kata Satu Kahkonen, Direktur Bank Dunia untuk Indonesia dan pumped storage memanfaatkan dua bendungan pada ketinggian yang berbeda. Pada saat permintaan tenaga listrik sedang rendah maupun ketika tersedia tenaga listrik yang melimpah dari sumber-sumber energi bersih, seperti misalnya tenaga surya, maka tenaga listrik dari jaringan digunakan untuk memompa air ke bendungan atas. Tenaga listrik dihasilkan pada saat beban puncak, biasanya pada malam hari, dengan mengalirkan air menuju ke bendungan bawah melalui turbin air, ketika biaya pembangkitan listrik ini akan membantu meningkatkan fleksibilitas dan efisiensi sistem dengan menyeimbangkan antara pasokan dengan permintaan, dan oleh karenanya juga meningkatkan keandalan serta kualitas layanan listrik pada jaringan tenaga listrik Jawa-Bali. Proyek ini juga bertujuan untuk mendukung pemerintah dalam upaya mengintegrasikan berbagai energi terbarukan ke dalam jaringan tenaga listrik Jawa-Bali, serta melakukannya secara berkelanjutan, baik dalam konteks lingkungan maupun sosial.
Salahsatu pemanfaatan sumber energi dari aliran air adalah pembuatan Pembangkit Listrik Tenaga Air atau PLTA. DAFTAR ISI 1. Pengertian Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) 2. Kelebihan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) 3. Kekurangan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) 4. Prinsip Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) 5.
EngineeringSource Air merupakan salah satu sumber energi yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Salah satu penggunaan energi air yang sangat esensial adalah manfaatnya untuk menghasilkan energi listrik. Jumlahnya yang berlimpah menjadikan air sebagai salah satu sumber energi terbarukan. Di Indonesia sendiri, potensi energi yang dapat dimanfaatkan dari air adalah sebesar 45,379 MW dari total 75,091 MW energi yang terkandung.[1] Pemanfaatan energi air untuk menghasilkan energi listrik dilakukan dengan menggunakan teknologi bernama Pembangkit Listrik Tenaga Air PLTA. PLTA memanfaatkan aliran air untuk dapat memutar turbin. Mekanisme kerja PLTA cukup sederhana, yaitu memanfaatkan energi potensial dan kinetik air untuk menghasilkan putaran pada turbin. Air dikumpulkan pada suatu area reservoir yang berada pada ketinggian tertentu. Turbin yang menjadi komponen utama untuk menghasilkan energi listrik terletak di dalam bangunan powerhouse yang berada pada ketinggian yang lebih rendah dari reservoir. Saluran air penstock menghubungkan reservoir dengan powerhouse. Adanya perbedaan ketinggian antara reservoir dan powerhouse memungkinkan air mengalir di dalam saluran air dari reservoir menuju powerhouse. Di dalam powerhouse, aliran air dari reservoir tadi memungkinkan turbin air yang telah terhubung ke generator untuk berputar, listrik pun dapat dihasilkan. Setidaknya terdapat tiga proses konversi energi pada PLTA. Proses konversi energi dimulai dari energi potensial berhubungan dengan ketinggian dari air pada reservoir yang berubah menjadi energi kinetik translasi berhubungan dengan perpindahan saat air bergerak menuju powerhouse dalam saluran air. Kemudian energi kinetik translasi dikonversi menjadi energi kinetik rotasi berhubungan dengan putaran saat turbin berputar akibat dari pergerakan aliran air. Skema PLTA ditunjukan pada gambar 1. Skema PLTA Sumber Tennessee Valley Authority Dari kacamata asuransi, risiko PLTA, baik saat dalam fase konstruksi maupun fase operasional, tergolong ke dalam risiko dengan exposure yang tinggi high risk. Mengingat PLTA membutuhkan adanya perbedaan ketinggian antara reservoir dan powerhouse, daerah pegunungan menjadi tempat yang sangat cocok untuk lokasi PLTA. Seperti yang secara umum diketahui, daerah pegunungan merupakan daerah yang rawan akan kejadian alam seperti gempa bumi, tanah longsor serta banjir. Akibatnya, penutupan asuransi pada PLTA memerlukan proses underwriting yang ketat untuk memastikan TC penutupan asuransi sesuai dengan besar exposure yang ditanggung oleh asuransi. Kelebihan dan kekurangan PLTA dirangkum pada tabel berikut. Kelebihan Sumber energi terbarukan Tidak ada emisi karbon Biaya produksi listrik lebih rendah Kekurangan Biaya investasi awal tinggi Lahan yang diperlukan cukup besar Cukup jauh dari sumber beban Tabel 1. Kekurangan dan kelebihan PLTA Ilustrasi listrik. ©2020 - Hampir setiap hari manusia menggunakan tenaga listrik untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tidak hanya untuk penerangan, listrik juga digunakan untuk beragam keperluan seperti mengolah data dalam perangkat, menghasilkan suara, dan lain sebagainya. Adapun energi yang biasa digunakan sehari-hari berasal dari listrik yang dihasilkan dari beragam metode, salah satunya ialah Pembangkit Listrik Tenaga Air PLTA.Meski kerap digunakan untuk keperluan sehari-hari, ternyata masih banyak orang yang belum mengetahui cara kerja PLTA. Seperti dikutip dari PLTA merupakan sumber pembangkit listrik yang menggunakan energi potensial dan kinetik dari air guna menghasilkan energi Indonesia sendiri, pembangkit listrik tenaga air memanfaatkan dari bendungan yang sengaja dibuat untuk menghasilkan listrik. Bendungan menjadi salah satu sumber alternatif yang mampu menghasilkan listrik dengan jumlah besar, sehingga dapat mengaliri akses listrik ke rumah dan jalanan untuk penduduk yang jauh dari pembangkit listrik bagaimana cara kerja PLTA dan apa saja fungsinya? Simak ulasannya yang dilansir dari berikut ini2 dari 4 halamanMengenal Pembangkit Listrik Tenaga AirSeperti yang sudah diketahui, PLTA merupakan pembangkit listrik yang mengandalkan energi potensial dan kinetik dari air untuk menghasilkan energi listrik. Ada beberapa komponen utama dari PLTA seperti bendungan, saluran pelimpah, gedung sentral, dan serandang begitu, pembangkit listrik tenaga air tak hanya terbatas pada air dari sebuah bendungan, namun juga meliputi pembangkit listrik yang menggunakan tenaga air dalam bentuk lain seperti tenaga ombak. Ada beberapa kelebihan dari pembangkit listrik tenaga air dibandingkan tenaga listrik lainnya, seperti mampu menyesuaikan dengan beban yang dibutuhkan, ramah lingkungkungan, dan tidak menyebabkan polusi.©2018 Vox dot comCara Kerja PLTACara kerja PLTA pada dasarnya untuk mengubah energi air menjadi energi listrik. Air menjadi sarana potensial yang bisa digunakan untuk menggerakkan turbin, lalu air yang ada di bendungan akan turun ke dalam lubang untuk memutar turbin. Perputaran turbin tersebut akan menghasilkan energi mekanik yang dikonversi melalui generator menjadi energi itu, cara kerja PLTA berikutnya akan diteruskan ke power suplay listrik dan akan disambungkan oleh kabel. Umumnya, kabel tersebut dibentangkan dan ditahan oleh sutet, lalu dibagi ke daerah atau diteruskan ke rumah penduduk. Selain itu, air yang sudah melewati turbin akan disalurkan ke sungai agar bisa dimanfaatkan oleh warga sebagai sumber dari 4 halamanKomponen PLTAAda beberapa komponen penting yang digunakan PLTA sehingga bisa menghasilkan energi listrik, antara lainBendunganSalah satu komponen PLTA yang paling utama adalah bendungan. Komponen ini berfungsi untuk menampung air dalam jumlah besar karena turbin membutuhkan pasokan air yang cukup dan stabil. Tak hanya itu, bendungan juga berperan untuk mengendalikan banjir.©2020 berfungsi untuk menyalurkan dan mengarahkan air ke cerobong turbin. Adapun pipa pusat dipasang pada bak penenang minimal 10 cm. Sementara itu, ujung yang lain diarahkan pada cerobong dari 4 halamanTurbinFungsi turbin untuk mendorong dan memutar bolang-baling digantikan oleh air untuk memutar turbin. Langkah berikutnya, turbin akan mengkonversi energi potensial yang disebabkan gaya jatuh air menjadi kinetik. Tanpa turbin, cara kerja PLTA tidak akan merupakan sebuah alat yang dihubungkan dengan turbin melalui gigi-gigi putar sehingga baling-baling turbin berputar, generator juga akan ikut berputar. Alat ini memanfaatkan perputaran turbin untuk memutar kumparan magnet di dalam generator, sehingga terjadi pergerakan elektron yang membangkitkan timbulnya arus listrik TransmisiJalur transmisi berfungsi untuk mengalirkan arus listrik dari PLTA ke rumah-rumah atau industri. Sebelum listrik dikonsumsi, terlebih dahulu tegangannya di turunkan dengan transformatir step down.[jen]
SumberDaya Alam Akuatik Sumber daya alam akuatik (perairan), sumber daya alam yang berhubungan dengan laut, sungai, danau, air tanah, air hujan, dan lain-lain. Sungai dimanfaatkan sebagai sumber penghidupan dan kehidupan penduduk, sebagai sarana transportasi untuk mendukung mobilitas penduduk, sebagai sumber protein hewani yang hidup di dalamnya, seperti udang, ikan dll. dan sebagai sumber
Origin is unreachable Error code 523 2023-06-16 093316 UTC Host Error What happened? The origin web server is not reachable. What can I do? If you're a visitor of this website Please try again in a few minutes. If you're the owner of this website Check your DNS Settings. A 523 error means that Cloudflare could not reach your host web server. The most common cause is that your DNS settings are incorrect. Please contact your hosting provider to confirm your origin IP and then make sure the correct IP is listed for your A record in your Cloudflare DNS Settings page. Additional troubleshooting information here. Cloudflare Ray ID 7d820c618945b902 • Your IP • Performance & security by Cloudflare
Pemanfaatansumber daya alam nabati antara lain sebagai berikut. 1) Sumber bahan pangan, misalnya padi, jagung, sagu, ubi, dan tanaman lainnya yang mendukung keperluan pangan tidak terkecuali sayuran dan buah-buahan. 2) Sumber bahan sandang, misalnya penggunaan kapas serta tumbuhan yang berserat yang digunakan sebagai bahan pembuatan pakaian.
Ilustrasi pembangkit listrik tenaga air. Foto Antara/Hafidz MubarakEnergi listrik dihasilkan dari berbagai sumber. Ada yang memanfaatkan sumber terbatas seperti batu bara, ada pula yang memanfaatkan berbagai sumber dari alam seperti angin dan air sebagai sumber energi listrik harus melalui serangkaian proses yang terjadi di Pembangkit Listrik Tenaga Air PLTA. Pembangkit listrik tenaga air memanfaatkan aliran air yang dapat berasal dari air terjun, waduk, atau buku Energi Alternatif oleh Komunitas Dian Aksara, prinsip pembangkit listrik tenaga air adalah jarak jatuhnya air ke turbin dan jumlah air yang mengalir. Karena itu, sebuah pembangkit listrik tenaga air sangat bergantung pada pasokan tempat yang dapat menampung air adalah danau. Namun, jika tidak ada danau, maka dibangunlah biasanya berada di sebelah atas, sedangkan stasiun pembangkit berada di bawahnya. Air yang dialirkan ke bawah memutar turbin yang akan menjalankan generator sehingga dapat menghasilkan tinggi jarak air yang jatuh, semakin cepat pula turbin berputar. Semakin banyak air yang mengalir ke turbin, semakin besar pula tenaga yang dihasilkan oleh pembangkit listrik tenaga air di Indonesia terbilang cukup banyak. Banyak pula yang dibangun waduk sebagai tempat pengumpulan air. Selain berfungsi sebagai pembangkit listrik, waduk tersebut banyak digunakan sebagai tempat memelihara ikan, pariwisata, dan olahraga. Lantas, bagaimana cara kerja pembangkit listrik tenaga air? Simak prosesnya berikut Cara Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Air?Ilustrasi PLTA. Foto iStockSederhananya, pembangkit listrik tenaga air bekerja dengan cara mengubah energi air yang mengalir dari penampungan menjadi energi mekanik, dan dari energi mekanik menjadi energi proses lengkapnya dikutip dari Modul Pembelajaran PLTA Berbasis Augmented Reality oleh Yessy Asri dan Alvin Kurnia Niwes 2016.Aliran sungai dengan jumlah debit yang besar ditampung dalam bendungan atau tersebut dialirkan melalui saringan power intake, kemudian masuk ke dalam pipa pesat penstock.Untuk mengubah energi potensial menjadi energi kinetik, pada ujung pipa dipasang katup yang mempunyai tekanan dan kecepatan tinggi energi kinetik diubah menjadi energi mekanik dan akan mendorong runner yang terpasang pada jatuh air yang mendorong baling-baling menyebabkan turbin kemudian mengubah energi kinetik dari gaya jatuh air tersebut menjadi energi yang dihubungkan dengan turbin ikut berputar ketika baling-baling turbin berputar dan mengubah energi mekanik dari turbin menjadi energi listrik.
Denganmemanfaatkan sumber daya alam dan teknologi, kita bisa membuat pembangkit listrik dari masing-masing sumber daya alam yang bisa menghasilkan listrik. Misalnya membuat pembangkit listrik tenaga air (PLTA), pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), pembangkit listrik tenaga angin/bayu (PLTB), pembangkit
0% found this document useful 0 votes1K views12 pagesDescriptiontugas psda Rizki Apritama Teknik Lingkungan UndipCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsPDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes1K views12 pagesPemanfaatan Sumber Daya Air Sebagai PLTAJump to Page You are on page 1of 12 You're Reading a Free Preview Pages 6 to 11 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
A Konsep Pengusahaan Sumber Daya Air Ditinjau dari Undang-undang Nomor 11 Tahun 1974, Undang-undang Nomor 7 Tahun 2004 dan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2019 . Substansi pengaturan sumber daya air dalam Undang-undang Nomor 11 Tahun 1974 tentang Pengairan adalah tentang penguasaan negara atas air, konsep hak atas air dan pengelolaan sumber daya
Plta Memanfaatkan Sumber Daya Alam Air Sungai Dengan Cara Membuat. 1. pengertian dari sudut pandang / point of view2. bagian bagian point of view dan contohnya​. 1. pengertian dari sudut pandang / point of view2. bagian bagian point of view dan contohnya​. PLTA memanfaatkan sumber daya alam dari sungai dengan cara membuat D.... Question from sharonphan28 Life Enjoy. " Life is not a problem to be solved but a reality to be experienced! ". 7 Pemanfaatan Sumber Daya Air dalam Kehidupan Manusia Karena hal tersebut, petani harus memiliki ketersedian sumber daya air yang cukup untuk kebutuhan irigasi. Mesin- mesin produksi dalam kegiatan industri dan peralatan rumah tangga banyak yang menggunakan energi listrik. Sumber daya air secara tidak langsung juga mempengaruhi kesehatan manusia terutama dalam hal salinitas. Jika banyak tumbuhan yang mati maka polusi udara tidak dapat diuraikan dengan baik sehingga upaya pelestarian lingkungan menjadi terhambat. Oleh karena itu, melakukan konservasi sumber daya air juga menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan lingkungan. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa air berpengaruh terhadap beberapa industri dan juga mata pencaharian masyarakat. Air sebagai Sumber Energi Terbarukan Indonesia telah memanfaatkan air sebagai pembangkit listrik, salah satunya adalah PLTA Cirata, Purwakarta. Apabila keseluruhan turbin yang berjumlah 8 di PLTA tersebut berfungsi, PLTA Cirata hanya mampu menyuplai sekitar 4 persen atau sekitar MW dari beban listrik Pulau Jawa yang mancapai MW. Selain Cirata, terdapat pula pembangkit listrik tenaga air lainnya yang ada di Indonesia seperti PLTA Saguling, Jatiluhur dan Lamajan. Pemandangan alam berupa gunung, danau dan wisata kulinernya menjadi daya tarik pariwisata. Pemandangan alam tidak hanya menjadi objek wisata di kawasan bendungan Jatiluhur, terdapat pula objek pariwisata lain yang tersedia di sana seperti kolam renang dan ski air yang secara langsung menghadap ke danau. Oleh karena itu perlu diperhatikan aspek-aspek kelingkungan serta keselamatan agar pemanfaatan bendungan dapat dilakukan secara maksimal. Mengenal Pembangkit Listrik Tenaga Air PLTA Air merupakan salah satu sumber energi yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Jumlahnya yang berlimpah menjadikan air sebagai salah satu sumber energi terbarukan. Mekanisme kerja PLTA cukup sederhana, yaitu memanfaatkan energi potensial dan kinetik air untuk menghasilkan putaran pada turbin. Di dalam powerhouse, aliran air dari reservoir tadi memungkinkan turbin air yang telah terhubung ke generator untuk berputar, listrik pun dapat terdapat tiga proses konversi energi pada PLTA. Proses konversi energi dimulai dari energi potensial berhubungan dengan ketinggian dari air pada reservoir yang berubah menjadi energi kinetik translasi berhubungan dengan perpindahan saat air bergerak menuju powerhouse dalam saluran air. Kemudian energi kinetik translasi dikonversi menjadi energi kinetik rotasi berhubungan dengan putaran saat turbin berputar akibat dari pergerakan aliran air. Kelebihan Sumber energi terbarukan Tidak ada emisi karbon Biaya produksi listrik lebih rendah Kekurangan Biaya investasi awal tinggi Lahan yang diperlukan cukup besar Cukup jauh dari sumber beban. Dari kacamata asuransi, risiko PLTA, baik saat dalam fase konstruksi maupun fase operasional, tergolong ke dalam risiko dengan exposure yang tinggi high risk. Mengingat PLTA membutuhkan adanya perbedaan ketinggian antara reservoir dan powerhouse, daerah pegunungan menjadi tempat yang sangat cocok untuk lokasi yang secara umum diketahui, daerah pegunungan merupakan daerah yang rawan akan kejadian alam seperti gempa bumi, tanah longsor serta banjir.
Bagidaerah yang mempunyai aliran sungai yang kuat dan belum mendapat akses listrik, dapat membuat sumber energi listrik sendiri dengan menggunakan prinsip pemanfaatan mikrohidro. Prinsip tersebut dapat diterapkan dengan cara membendung air sungai kemudian dialirkan ke parit atau bak penampungan air (baca : Manfaat Penampungan Air ).
Indonesia merupakan negara yang mempunyai potensi sumber daya alam dan potensi sumber daya energi yang sangat berlimpah. Indonesia sebagai Negara dengan wilayah perairan yang luas, seharusnya mampu memanfaatkan potensi yang ada secara maksimal. Salah satu pemanfaatan sumber energi dari aliran air adalah pembuatan Pembangkit Listrik Tenaga Air atau PLTA. Pembangkit Listrik Tenaga Air atau yang biasanya disingkat PLTA adalah pembangkit listrik yang memanfaatkan air dengan mengubahnya dari energi potensial dan energi kinetik air. Pengertian PLTA menurut Peraturan Menteri Perindustrian RI Nomor 54/M-IND/PER/3/2012 tentang Pedoman Penggunaan Produk dalam Negeri Untuk Pembangunan Infrastruktur Ketenagakerjaan adalah pembangkit yang mentransformasi energi potensial menjadi energi yang memiliki kecepatan yang dikenal dengan energi kinetik air sehigga menghasilkan energi listrik. Tidak hanya sebatas air dari sebuah air terjun dan waduk, melainkan juga meliputi pembangkit listrik yang mengeluarkan tenaga air dalam bentuk lain seperti halnya tenaga ombak. 2. Kelebihan Pembangkit Listrik Tenaga Air PLTA PLTA sebagai pembangkit listrik yang mengandalkan potensi air mempunyai kelebihan-kelebihan dibandingkan pembangkit listrik lainnya. Kelebihan PLTA adalah sebagai berikut Respon PLTA dapat menyesuaikan dengan beban yang dibutuhkan dan responnya pun cepat. PLTA sangat cocok digunakan pada tipe peak di mana tipe ini untuk kondisi beban puncak yang besar dan digunakan pada saat terjadi gangguan jaringan. Pembangkit listrik ini merupakan energi yang ramah lingkungan, bebas dari karbon emisi, dan tidak menyebabkan polusi yang berakibat efek rumah kaca. Pembangkit listrik ini memiliki gas emisi yang lebih kecil dari pembangkit listrik lainnya. Menurut Laporan status tenaga Air tahun 2018 yang didapat dari situs intensitas emisi gas rumah kaca rata-rata sebesar 18,5 gCO2-eq/kWH. Tenaga air juga diklaim sebagai tenaga sumber listrik paling bersih dibandingkan sumber energi lainnya. Kapasitas output yang dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga air lebih besar dibandingkan pembangkit listrik lainnya. Teknologi yang ada di Indonesia pun mampu dikuasai dengan baik untuk PLTA. PLTA memiliki umur yang cukup panjang yaitu sekitar 50 – 100 tahun. PLTA dapat menjadi objek destinasi wisata air. Bendungan yang digunakan untuk PLTA dapat juga digunakan sekaligus untuk sarana wisata dan edukasi. Potensi wisata waduk dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menghasilkan keuntungan ekonomi. Adanya PLTA mampu membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat sekitar sehingga meningkatkan perekonomian masyarakat. Air yang tertampung dalam bendungan dapat digunakan untuk keperluan lainnya selain untuk pembangkit listrik yaitu untuk irigasi dan cadangan air. Sebagai sumber irigasi, air yang terdapat dalam bendungan dapat dimanfaatkan untuk pertanian baik sawah maupun ladang di sekitar kawasan bendungan. Sebagai cadangan air, air yang tersimpan dalam bendungan dapat dimanfaatkan masyarakat ketika sedang musim kemarau tiba, dimana terjadi kekeringan pada mata air dan sumur. Air dalam bendungan dapat mengatasi masalah kekurangan air pada musim kemarau. [read more] 3. Kekurangan Pembangkit Listrik Tenaga Air PLTA Di sisi lain, penggunaan PLTA juga mempunyai kekurangan dibandingkan pembangkit listrik lainnya. Kekurangan PLTA adalah sebagai berikut Pembangkit listrik ini membutuhkan investasi yang besar. Lahan yang digunakan cukup luas untuk pusat listrik dengan kapasitas listrik yang besar. Dengan adanya pembuatan bendungan air untuk PLTA, dapat mengakibatkan ekosistem sungai atau danau pada tempat tersebut terganggu. 4. Prinsip Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Air PLTA Prinsip kerja dari pembangkit listrik ini adalah pada dasarnya mengubah energi potensial atau energi gravitasi air menjadi energi listrik. Air yang telah dibendung menghasilkan energi potensial karena turun ke turbin oleh gaya gravitasi. Saat air mengenai turbin, energi potensialnya berubah menjadi energi kinetik dan menghasilkan kecepatan untuk memutar turbin dan diubah menjadi energi mekanik. Lalu turbin akan berputar dan menuruskan putarannya ke generator. Energi mekanik yang dihasilkan oleh turbin akan dikonversi oleh generator menjadi energi listrik. Listrik tersebut melalui power supply akan disambungkan ke kabel-kabel yang telah terhubung oleh pengguna. Kabel-kabel tersebut telah diatur pada sutet agar bisa meneruskan energi listrik ke konsumen yang akan dipakai untuk keperluan sehari-hari. Hasil sampingan dari pembangkit listrik ini berupa air yang seterusnya akan dialirkan ke sungai dan bisa kembali dimanfaatkan oleh warga. Sehingga dapat disimpulkan untuk efisiensi dan efektivitas dalam menghasilkan energi listrik adalah dengan meningkatkan energi potensial air yang akan memutar turbin lebih cepat sehingga menghasilkan energi listrik oleh generator. 5. Komponen Pembangkit Listrik Tenaga Air PLTA Pembangkit Listrik Tenaga Air PLTA mempunyai beberapa komponen yaitu Bendungan, berfungsi sebagai penyimpan air dan energi. Selain itu bendungan digunakan untuk menaikkan permukaan air agar air dapat bergerak dan menghasilkan tenaga. Turbin, berfungsi mentransformasi energi potensial air menjadi sebuah energi mekanik. Turbin air terdiri dari beberapa jenis seperti turbin Kaplan, turbin Pelton, turbin Francis, dan lain sebagainya. Turbin air prinsipnya sama seperti kincir angin, yang membedakan hanya fungsi dorong angin untuk memutarkan turbin digantikan oleh tenaga air. Generator, berfungsi menghasilkan energi listrik dengan mengubah energi mekanik yang terjadi. Generator dihubungkan dengan turbin yang meneruskan putaran untuk mengonversi energi yang dihasilkan oleh turbin. Generator dan turbin saling terhubung oleh gigi putar sehingga ikut memutarkan generator. Perputaran tersebut juga berpengaruh sehingga memutar kumparan magnet yang terdapat di dalam generator sehingga terjadi pergerakan elektron yang membangkitkan arus AC. Jalur Transmisi, berfungsi untuk menyalurkan listrik-listrik dari PLTA menuju rumah, industri dan tempat-tempat lainnya yang membutuhkan energi listrik. Namun, listrik tersebut harus diturunkan tegangannya oleh alat transformator step down sebelum digunakan untuk berbagai keperluan. 6. Daftar PLTA di Indonesia PLTA sudah diterapkan dan tersebar di seluruh Indonesia. Berikut daftar PLTA yang ada di Indonesia PLTA di Pulau Jawa PLTA Ubrug, berada di Jawa Barat yang mempunyai total 3 unit dengan kapasitas 17,1 MW. PLTA Cibadak, berada di Jawa Barat PLTA Cikalong, berada di kecamatan Pangalengan, kabupaten Bandung, Jawa Barat yang mempunyai total 3 unit dengan kapasitas MW. PLTA Saguling, berada di Jawa Barat yang mempunyai total 4 unit dengan kapasitas 700 MW. PLTA Cirata, berada di Jawa Barat yang mempunyai total 8 unit dengan kapasitas MW. PLTA Jatiluhur, berada di Jawa Barat yang mempunyai total 7 unit dengan kapasitas 175 MW. PLTA Lamajan, berada di kecamatan Pangalengan, kabupaten Bandung, Jawa Barat yang mempunyai total 3 unit dengan kapasitas MW. PLTA Parakan Kondang, berada di Jawa Barat yang mempunyai total 4 unit dengan kapasitas MW. PLTA Jelok, berada di kecamatan Tuntang, kabupaten Semarang, Jawa Tengah yang mempunyai total 4 unit dengan kapasitas MW. PLTA Timo, berada di kecamatan Pringapus, kabupaten Semarang, Jawa Tengah yang mempunyai total 3 unit dengan kapasitas 12 MW. PLTA Ketenger, berada di kecamatan Baturraden, kabupaten Banyumas, Jawa Tengah yang mempunyai total 2 unit dengan kapasitas 7 MW. PLTA Gajah Mungkur, berada di kecamatan Wonogiri, kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah yang mempunyai total 1 unit dengan kapasitas 12,4 MW. PLTA Sempor, berada di kecamatan Sempor, kabupaten Kebumen, Jawa Tengah yang mempunyai total 2 unit dengan kapasitas 25 MW. PLTA Pejengkolan, berada di kecamatan Padureso, kabupaten Kebumen, Jawa Tengah yang mempunyai total 2 unit dengan kapasitas 15 MW. PLTA Wadaslintang, berada di kecamatan Padureso, kabupaten Kebumen, Jawa Tengah yang mempunyai total 2 unit dengan kapasitas 16,4 MW. PLTA Garung, berada di kecamatan Garung, kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah yang mempunyai total 2 unit dengan kapasitas 26,4 MW. PLTA Mrica, berada di kecamatan Bawang, kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah yang mempunyai total 3 unit dengan kapasitas 184,5 MW. PLTA Kedung Ombo, berada di kecamatan Geyer, kabupaten Grobogan, Jawa Tengah yang mempunyai total 1 unit dengan kapasitas 23 MW. PLTA Sidorejo, berada di kecamatan Geyer, kabupaten Grobogan, Jawa Tengah yang mempunyai total 1 unit dengan kapasitas 1,4 MW. PLTA Klambu, berada di kecamatan Klambu, kabupaten Grobogan, Jawa Tengah yang mempunyai total 1 unit dengan kapasitas 1,1 MW. PLTA Mendalan, berada di Jawa Timur yang mempunyai total 3 unit dengan kapasitas 23 MW. PLTA Siman, berada di Jawa Timur yang mempunyai total 3 unit dengan kapasitas 10,8 MW. PLTA Giringan, berada di Jawa Timur yang mempunyai total 2 unit dengan kapasitas 3 MW. PLTA Selorejo, berada di Jawa Timur yang mempunyai total 1 unit dengan kapasitas 4,48 MW. PLTA Karangkates, berada di Jawa Timur yang mempunyai total 3 unit dengan kapasitas 105 MW. PLTA Wlingi, berada di Jawa Timur yang mempunyai total 2 unit dengan kapasitas 54 MW. PLTA Lodoyo, berada di Jawa Timur yang mempunyai total 1 unit dengan kapasitas 4,5 MW. PLTA Sengguruh, berada di Jawa Timur yang mempunyai total 2 unit dengan kapasitas 29 MW. PLTA Tulung Agung, berada di Jawa Timur yang mempunyai total 2 unit dengan kapasitas 46 MW. PLTA Tulis, berada di Jawa Timur yang mempunyai total 2 unit dengan kapasitas 14 MW. PLTA di Pulau Sumatera PLTA Peusangan, berada di kecamatan Silih Nara, kabupaten Aceh Tengah, Aceh yang mempunyai total 4 unit dengan kapasitas 86,6 MW. PLTA Sigura-gura, berada di kecamatan Pintu Pohan Meranti, kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara yang mempunyai total 4 unit dengan kapasitas 286 MW. PLTA Tangga, berada di kecamatan Pintu Pohan Meranti, kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara yang mempunyai total 4 unit dengan kapasitas 317 MW. PLTA Sipansihaporas, berada di Sumatera Utara yang mempunyai total 2 unit dengan kapasitas 50 MW. PLTA Asahan 1, berada di Sumatera Utara yang mempunyai total 2 unit dengan kapasitas 180 MW. PLTA Batang Agam, berada di Sumatera Barat yang mempunyai total 3 unit dengan kapasitas 10,5 MW. PLTA Maninjau, berada di Sumatera Barat yang mempunyai total 4 unit dengan kapasitas 68 MW. PLTA Singkarak, berada di kecamatan Lubuk Alung, kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat yang mempunyai total 4 unit dengan kapasitas 175 MW. PLTA Tes, berada di Bengkulu yang mempunyai total 4 unit dengan kapasitas 16 MW. PLTA Musi, berada di Bengkulu yang mempunyai total 3 unit dengan kapasitas 210 MW. PLTA Koto Panjang, berada di Riau yang mempunyai total 3 unit dengan kapasitas 114 MW. PLTA Besai, berada di Lampung yang mempunyai total 2 unit dengan kapasitas 90 MW. PLTA Batubegi, berada di Lampung yang mempunyai total 2 unit dengan kapasitas 28 MW. PLTA di Pulau Kalimantan PLTA Riam Kanan, berada di kecamatan Aranio, kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan yang mempunyai total 3 unit dengan kapasitas 30 MW. PLTA di Pulau Sulawesi PLTA Tonsea Lama, berada di kecamatan Tondano Utara, kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara yang mempunyai total 3 unit dengan kapasitas 14,38 MW. PLTA Tanggari I, berada di kecamatan Tondano Utara, kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara yang mempunyai total 1 unit dengan kapasitas 17,2 MW. PLTA Tanggari II, berada di kecamatan Tondano Utara, kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara yang mempunyai total 1 unit dengan kapasitas 19 MW. PLTA Larona, berada di Sulawesi Selatan yang mempunyai total 3 unit dengan kapasitas 165 MW. PLTA Balambano, berada di Sulawesi Selatan yang mempunyai total 2 unit dengan kapasitas 130 MW. PLTA Karebbe, berada di Sulawesi Selatan yang mempunyai total 2 unit dengan kapasitas 140 MW. PLTA Bakaru, berada di Sulawesi Selatan yang mempunyai total 2 unit dengan kapasitas 126 MW. PLTA Sulewana-Poso I, berada di kecamatan Pamona Utara, kabupaten Poso, Sulawesi Tengah yang mempunyai total 4 unit dengan kapasitas 160 MW. PLTA Sulewana-Poso II, berada di kecamatan Pamona Utara, kabupaten Poso, Sulawesi Tengah yang mempunyai total 3 unit dengan kapasitas 195 MW. PLTA Sulewana-Poso III, berada di kecamatan Pamona Utara, kabupaten Poso, Sulawesi Tengah yang mempunyai total 5 unit dengan kapasitas 400 MW. PLTA di Pulau Papua PLTA Genyem berkapasitas 20 MW memiliki 2 unit PLTA Baliem di Wamena berkapasitas 50 MW 7. Kapasitas Listrik yang Dihasilkan PLTA Potensi PLTA di Indonesia sebesar mega watt MW, namun dalam pemanfaatannya baru sekitar 6% saja yang digunakan atau sekitar MW. 8. Pengelola PLTA di Indonesia Pembangkit listrik ini merupakan peninggalan dari zaman penjajahan Belanda. Pengelolaannya juga dilakukan oleh salah satu anak perusahaan PLN yaitu PT. Indonesia Power. Salah satu yang dikelola oleh PT. Indonesia Power adalah PLTA Lamajan yang berlokasi di Bandung. Perusahaan Listrik Negara atau lazim dikenal dengan PLN adalah salah satu perusahaan BUMN. Sebelumnya, status perusahaan ini adalah Perum dan berubah menjadi Persero yang memiliki tugas untuk mengurus bidang kelistrikan di Indonesia. PLN bekerja dengan melaksanakan penugasan pemerintah untuk menjalani bisnis di bidang tenaga listrik dan mengupayakannya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, penggerak dalam kegiatan ekonomi, dan dilaksanakan dengan memperhatikan aspek-aspek ekologi. Perusahaan ini juga bertugas untuk menghasilkan keuntungan agar bisa berperan dalam kegiatan pembangunan dan melakukannya berpegang pada kaidah-kaidah Perseroan Terbatas. Sedangkan, PT. Indonesia Power adalah perusahaan yang juga bekerja di bidang kelistrikan dan salah satu dari anak perusahaan PT. PLN Persero. PT. Indonesia Power merupakan perusahaan yang dibentuk pada tanggal 3 Oktober 1995 dengan sebelumnya bernama PT. PLN Pembangkitan Jawa dan Bali I. Namun, untuk penegasan tujuan perusahaannya yaitu sebagai perusahaan pembangkit listrik yang independen dan berorientasi murni terhadap bisinis mengalami perubahan nama menjadi PT. Indonesia Power pada tanggal 8 Oktober 2000. Indonesia Power juga melakukan pengoperasian 12 Unit Jasa Pembangkitan, 5 Unit Pembangkitan, 3 Unit Pembangkitan dan Jasa Pembangkitan, serta 1 Unit Jasa Pemeliharaan. Unit Pembangkitan UP terdapat di 5 lokasi yang berbeda. Lokasi tersebut di Banten, Bandung Barat, Banjarnegara, Semarang, dan Bali. UP Saguling yang berada di Rajamandala Bandung Barat dan Mrica di Banjarnegara adalah unit pembangkit listrik yang mengoperasikan PLTA dan maing-masing terdapat sub unit sebanyak 8sub unit dan 15 sub unit dengan masing-masing kapasitas 797 MW serta 310 MW. UP Suralaya di Banten memiliki 7 unit PLTU dengan kapasitas 3400 MW. UP Semarang beroperasi menggunakan PLTG, PLTU, serta PLTGU dengan jumlah kapasitas 1409 MW yang berperan utama dalam kelistrikan Jawa dan Bali khususnya Jawa Tengah. Sedangkan UP Bali beroperasi dengan PLTDG dengan total kapasitas 557 MW dan jumlah 3 sub unit di Gilimanuk, Pesanggaran, serta Pemaron. 9. Peraturan yang Berkaitan dengan PLTA Dalam pengoperasiannya, pembangkit listrik ini juga diatur dalam peraturan serta undang-undang yang berlaku sebagai berikut. Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi. Undang-Undang Nomor30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah. Peraturan Pemerintah Nomr 23 Tahun 1994 tentang Pengalihan Bentuk Perusahaan Umum Listrik Negara PLN menjadi Perusahaan Perseroan Persero. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 18 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral. Peraturan Menteri Pekerjaan Umumdan Perumahan Rakyat Nomor 9 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pelaksanaan Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha dalam Pemanfaatan Infrastruktur Sumber Daya Air untuk Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air/ Pembangkit Listrik tenaga Minihidro/ Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro. 10. Masa Produktif PLTA Masa produktif pembangkit listrik ini terbilang cukup lama. Misalnya saja di PLTA Bengkok, Dago, Bandung yang sudah didirikan pada tahun 1923 dan merupakan PLTA tertua di Indonesia. PLTA ini memiliki mesin dengan performa yang masih maksimal. Masa produktifnya bergantung pada sumber daya air yang ada serta masa bendungan atau waduknya. Jika debit air mencukupi maka pembangkit listrik tersebut akan bekerja secara produktif. Sedangkan, pada musim kemarau produksi listriknya tentu akan berkurang. 11. Masalah Erosi dan Sedimentasi Erosi dan sedimentasi menjadi masalah utama dalam perencanaan dan pembangunan PLTA. Erosi dapat menyebabkan sedimentasi dan memenuhi bendungan atau sungai yang menurunkan volume air sebagai bahan untuk operasi PLTA contohnya pada Banjarnegara yang volume airnya hanya 25% di waduk Sudirman dan 75% adalah sedimentasi. Lainnya adalah Saguling yang terancam berhenti di tahun 2015 karena laju sedimentasinya mencapai 4,6 juta m3/tahun padahal waduk ini mampu menampung 4 juta m3/tahun. Sehingga perlu diatasi khususnya pada bagian hulu agar tidak terjadi sedimentasi yang dapat mengurangi sumber daya air bagi keperluan tenaga listrik. PLTA mampu menjadi cadangan energi nasional. Saat ini banyak negara mengandalkan energi batu bara sebagai sumber energi, padahal batu bara merupakan energi yang tidak dapat diperbaharui dan lambat laun sumber energi tersebut akan habis jika dieksploitasi secara terus menerus. Adanya PLTA membuat Indonesia mampu mencari sumber energi lain yang lebih berkelanjutan penggunaannya tanpa harus terus mengandalkan batu bara. Editor Mega Dinda Larasati [/read]
Jh6h2. uya3n2pq07.pages.dev/273uya3n2pq07.pages.dev/287uya3n2pq07.pages.dev/319uya3n2pq07.pages.dev/240uya3n2pq07.pages.dev/143uya3n2pq07.pages.dev/364uya3n2pq07.pages.dev/316uya3n2pq07.pages.dev/280uya3n2pq07.pages.dev/172
plta memanfaatkan sumber daya alam air sungai dengan cara membuat